Fisio Theraphy (‘Fisio’) Bayi

Anakku Joan, mungkin masuk kategori Cerebral Palsy. Pertumbuhan otakknya termasuk lambat, dan itu mengakibatkkan perkembangan motorik nya terganggu. Misalnya: Joan masih belum bisa menggerakkan, kaki, tangan, jari-jari tangan dan kaki, menegakkan kepala dan badan. Pertumbuhan tubuhnya sih termasuk normal, tapi koordinasi syaraf-syarafnya belum sempurna. Hal ini menyebabkan Joan lebih cenderung tidur atau kalau pun bangun gerakkannya minim.

Dokter rehabilitasi medik Joan menyarankan spy terus menerus secara kontinu Joan di fisio therapy. Alasannya adalah supaya otot, tulang dan sendi Joan tidak akan spastis dan pertumbuhannya terhambat, karena Joan tidak menggerakkan atau menggunakannya. Fisio dapat membantu Joan menggunakan bagian-bagian tubuhnya dan menghambat adanya spastis.

Fisio dilakukan oleh Fisio Therapist (“therapist”) yang sesuai untuk anak bayi. Kami dapatkan di RS. M.H. Thamrin Salemba, RS RSCM dan Medikaloka di Graha Irama.

Mulai pertama Joan di fisio masih bayi, dirumah sakit. Waktu itu pemeriksaan dokter mendapati Joan ada spastisnya di tangan dan kaki. Therapist akan memassage Joan. Karena Joan masih bayi kecil, masih dilakukan massage saja, perlahan-lahan dan lembut. Tangan, kaki, jari tangan, jari kaki, dada, perut, punggung, kepala, telapak kaki, telapak tangan.

Waktu Joan sudah 4-5 bulan, badannya sudah mulai besar dan tulang mulai ada, massagenya dikombinasikan oleh therapistnya dengan menggerakkan kaki dan tangan, memiringkan badan, menengkurapkan badan.

Waktu Joan 7 bulan kami belikan bola fisio yang disarankan therapistnya. Joan ditaruh terlentang diatas bola dan di putar-putar bolanya. Hal ini katanya untuk mengencangkan otot perut, dan merangsang Joan meneggakkan kepala dan badannya.

Waktu Joan 11 bulan, otot perut sudah mulai kuat, joan mulai di duduk-dudukkan dengan batuan. Hal ini supaya Joan pelan-pelan terangsang untuk duduk.

Waktu Joan 1 tahun lebih, sudah mulai ada gerakan didudukkan dengan model berbeda-beda. Makin sering dimiring kanan-kiri dan tengkurap.

Menurut therapystnya, latihannya sendiri terus bergantung pada perkembangan Joan, terutama otaknya. Joan memang agak lambat perkembangannya. Namun kami dapat melihat bagaimana fisio therapy itu selalu membantu Joan semakin banyak bergerak sedikit demi sedikit, dan juga Joan makin berkurang slaimnya, dan spastis tangan dan kakinya juga berkurang.

Menurut therapist Joan, fisio tidak harus selalu dengan therapist, karena semua hal yang kita lakukan sehari-hari dengan Joan itu juga fisio. Jadi kami sering mengajak Joan bernyanyi dipangku sambil tanggannya digerakkan, kami massage sendiri, atau kami ajak main sepeda-sepedaan supaya kakinya bergerak. Kami juga membolak-balikkan badannya perlahan-lahan, step by step supaya Joan tau caranya. Memang pertama takut dan kaku. Kami selalu benar-benar tahu dulu caranya dari therapistnya supaya jangan membuat Joan keseleo.

Terima kasih mbak Dyah, pak Rahmat, buat kesabaran kalian mefisiotherapy Joan dan juga mengajarkan kami orang tuanya sehingga kami dapat bermain-main dengan anak kami walaupun dengan cara berbeda dari anak normal.

Semoga info ini berguna dan Tuhan berkati.