Perjalanan ke Nagoya: Penutup

Kalau ada yg bertanya, apakah Joan sembuh setelah ikut acara Benny Hinn, kami harus dengan jujur berkata, kami tidak tau. Secara fisik memang tidak terlihat ada perubahan, tapi kami dengan penuh iman tetap percaya bahwa Tuhan sudah menyentuh hidup Joan dengan cara2 yg tidak kami mengerti.

Tapi satu hal yg kami bisa saksikan di sini: kami benar2 merasakan bahwa perjalanan kami ini dalam karunia Tuhan. Ada beberapa hal kenapa kami bisa berkata demikian.

Pertama, Tuhan telah membuka jalan bagi kami dengan cara yang kami tidak duga. Hanya dari pembicaraan dari mulut ke mulut, dari salah seorang rekan Pak Samin, Pak Samin bisa menawarkan ke kami untuk mengikuti acara Benny Hinn. Kami sendiri belum pernah berpikir untuk ikut acara Benny Hinn sebelumnya.

Kedua, Tuhan telah mencukupkan semua kebutuhan kami secara keuangan. Perjalanan ke Jepang ini sangat mahal, tapi Tuhan telah mencukupkan semuanya melalui tangan Pak Samin.

Ketiga, Tuhan telah melancarkan kami dalam mengurus semua hal yang kami perlukan untuk berangkat ke Jepang. Masalah di visa dibantu oleh Pak Samin. Urusan tiket sangat mudah karena kami bisa cari di Internet. Urusan hotel yg awalya sulit jadi mudah karena bantuan dari Bonny dan keluarga. Padahal kami belum pernah sama sekali ketemu dengan Bonny dan Ossy. Kami juga kebetulan menemukan alamat mereka dari Internet, mbak Ossy kebetulan membaca email yg aku kirim, dst. Banyak sekali kebetulan yg kami percaya sudah diatur oleh Tuhan.

Keempat, Tuhan telah membantu kami di Jepang, di negara asing, melalui tangan orang2 yg kami belum pernah kenal. Kami bisa bertemu dengan Shinici dan Kyoma sewaktu kami kesulitan mencari jalur kereta. Kami bisa bertemu dengan Linus dan rekan2 Indonesia lainnya di Rainbow Hall sewaktu kami kebingungan mencari tempat duduk. Dan tentu saja, kami bisa bertemu (akhirnya) dengan Bonny dan keluarga yg membantu kami mencari oleh2 dan juga pisang untuk Joan =)

Kelima, Tuhan telah menjaga kami selama di Jepang. Dengan udara dingin yg belum pernah kami rasakan, Joan masih tetap merasa nyaman. Tuhan juga memberikan udara yg cerah selama kami di sana.

Kami benar2 yakin, Tuhan punya rencana untuk kami sewaktu kami datang ke Jepang. Orang2 lain bisa berkata bahwa Joan tidak berhasil sembuh. Tapi kami bisa berkata, bahwa kami sebagai orang tuanya yg pertama “disembuhkan”. Kami jadi benar2 merasakan tangan Tuhan bekerja dalam kehidupan kami. Dengan banyaknya bantuan orang2 (yg kami sebut “malaikat untuk Joan”), bahkan dari orang2 yg sama sekali tidak kami kenal, kami tau Tuhanlah yg sebenarnya sedang menolong kami. Dan kalau selama ini kami hanya mendengar cerita mengenai mujizat2 kesembuhan, kali ini kami melihatnya dengan mata kami sendiri, walaupun hanya dari jauh dan masih dengan banyak pertanyaan di pikiran kami.

Kami percaya, Tuhan membantu kami dengan cara2 yg kami tidak mengerti. Karena itu, kami akan turut saja kemauan Tuhan, karena kami percaya, Tuhan sedang bekerja untuk kesembuhan Joan yg sempurna (Amin!). Tuhan memberkati.